Beranda » Berita » Event P2TP2A » BUPATI : Pelaku Kekerasan Terhadap Perempuan & Anak kita "Hajar"

BUPATI : Pelaku Kekerasan Terhadap Perempuan & Anak kita "Hajar"

Kamis, 19.11.2015 - 08:47:56 WIB

MARABAHAN – Perlawanan terhadap aksi kekerasan terhadap anak dan perempuan telah digaungkan jajaran Pemkab Batola. Bahkan, Bupati Batola pun telah menyiapkan sebuah lembaga yang khusus untuk melindungi kaum lemah tersebut, yakni lembaga P2TP2A.

“Pelaku kekerasan terhadap anak harus kita “hajar”. Jadi dengan keberadaan lembaga P2TP2A, para pelaku dapat kita buat jera,” ujarnya, dalam sambutannya yang dibacakan Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Kabupaten Batola, M Anthony SSos, saat membuka kegiatan Workshop P2TP2A di aula Mufakat, Kantor Bupati Batola, Rabu (11/11/2015).

Dikatakan H Hasanuddin Murad lagi, lembaga P2TP2A dibentuk untuk melindungi perempuan dan anak dari tindakan kekerasan yang dapat mengancam keberlangsungan hidup mereka.

“P2TP2A merupakan salah satu bentuk wahana pelayanan bagi perempuan dan anak dalam upaya pemenuhan informasi dan kebutuhan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, politik, hukum, perlindungan dan penanggulangan kekerasan serta perdagangan perempuan dan anak,” ujarnya.

Selain itu, terangnya lagi, dengan adanya lembaga  P2TP2A di Kabupaten Batola ini diharapkan bisa menjadi wadah untuk meningkatkan kualitas harkat dan martabat perempuan dan anak.

“Lembaga ini hendaknya dapat dimanfaatkan keberadaannya oleh masyarakat luas untuk menekan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” imbuhnya.

Diharapkan, kata Hasanuddin lagi, para peserta kegiatan workshop tersebut dapat mengerti terhadap keberadaan lembaga tersebut dan dapat menyampaikannya kepada masyarakat luas tentang usaha perlindungan terhadap anak dan perempuan.

“Syukur-syukur dapat menghilangkan tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak di dalam rumah tangga,” tandasnya.

Sementara itu, panitia kegiatan Workshop P2TP2A Sri Wahidah dalam laporannya mengatakan, kegiatan Workshop P2TP2A bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan peserta tentang keberadaam lembaga tersebut.

Tak hanya itu, dalam kegiatan yang dihadiri Ketua P2TP2A, Hj Sri Wahyuningsih Supriyono, dan para tokoh masyarakat itu, ia juga mengatakan, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memperkuat jejaring dan peningkatan kerja sama dengan SKPD terkait dalam pelaksanakan perlindungan terhadap perempuan dan anak akibat korban kekerasan.

“Peserta dalam kegiatan ini berjumlah 50 orang dari SKPD terkait, instansi vertical serta organisasi masyarakat,” katanya. (HUMPRO-BATOLA)